WADAH MUSIK DUNIA

 Klub malam identik dengan segelintir aktivitas hiburan dewasa di waktu sebelum fajar terbit. Sorot lampu remang tak jarang ditemani asap rokok tebal. Tak lupa dihiasi dengan hidangan utama berupa hentakan riuh para penampil yang mengiringi repertoar andalan, sembari menemani santai malam para pengunjung. Beberapa klub malam ternyata memiliki andil cukup besar dalam perkembangan khazanah musik dunia.

Seolah menjadi batu loncatan bagi para bibit potensial sebelum terjun ke industri musik berskala besar. Kalangan produser musik handal biasanya dengan cekatan menangkap sinyal bakat si calon bintang di tempat berkapasitas sempit itu. Hebatnya tak hanya sekedar menjadi wadah unjuk gigi, di klub malam menjadi arena berkumpul ria pelaku komunitas skena tertentu. Bahkan tak jarang sebuah klub malam menjadi objek wisata bagi para peziarah rock!

Mari intip 8 klub malam rock legendaris di seantero dunia. Adakah tempat hangout yang ingin kamu kunjungi?

Bagi sebagian penggemar rock tentu tak asing dengan frasa CBGB. Ya, obor sejarah punk di negeri Paman Sam mulai menyala ketika klub malam CBGB menjadi fasilitator bagi para pelaku musik di tengah riuhnya Kota New York. Bar yang resmi ditutup tahun 2006 ini menjadi arena bermain bagi sekumpulan musisi legendaris seperti Ramones, Television, Talking Heads dan Patti Smith  di awal karir bermusik mereka. CBGB pertama kali dibuka pada desember 1973 oleh sosok Hilly Kristal. Sesuai dengan akronim namanya, pada mulanya CBGB merupakan wadah pertunjukan musik bagi pelaku Country, Blue Grass dan Blues. Namun di tahun 70’an mulai diisi oleh berbagai penampil band punk. Hingga di tahun 80’an skena hardcore mulai mendominasi panggung CBGB. Bahkan masa kejayaan punk dan CBGB sempat difilmkan oleh sineas Randall Miller di tahun 2013 dengan judul yang sama.

Bagi publik dataran Inggris, klub hiburan malam Hacienda merupakan tempat cikal bakal terbentuknya skena Madchester. yang sempat hype di periode akhir 80’an hingga awal 90’an. Berjejer band-band tenar pernah pentas di panggung kecil milik Hacienda. Sebut saja gerombolan The Smiths, The Stone Roses, New Order, The Charlatans hingga The Happy Mondays turut meramaikan gemerlap malam di Hacienda. Namun karena terlilit masalah finansial, di tahun 1997 Hacienda akhirnya terpaksa tutup gerai untuk selamanya. Walau telah ditutup, ingatan manis akan sejarah keemasan musik tanah Britania Raya di era 90’an tetap terekam abadi bersama Hacienda.

 Tanah Britania Raya memang tak pernah habis menyimpan segudang tempat-tempat penting perkembangan sejarah rock di dunia. Salah satunya adalah 100 Club. Bar yang berlokasi di Oxford Street, London itu telah berdiri sejak tahun 1942 lalu. Sejumlah musisi-musisi kenamaan sempat mengecap berbagi panggung di sana. The Rolling Stones, The Who, The Damned, Siouxie & the Banshees,Sex Pistols hingga The Clash pernah menghadiri pentas di sana. 100 Club dibuka pertama kali sejak tahun 1942 lalu. Jika di Kota New York perorbitan skena punk bermula di CBGB, maka 100 Club adalah pusat utama punk underground di Kota London.

Fenomena meledaknya grunge di awal periode 90’an merupakan sebuah revolusi di industri musik menuju era milenium. Sederet nama-nama beken seperti Nirvana, Pearl Jam Alice In Chains dan Mudhoney didaulat sebagai salah satu penggagas musik yang dikenal bercirikan teriakan amarah nan agresif tersebut. Tapi tahukah? Sebelum grunge sebesar dan mendunia seperti saat kini. Para penggerak grunge itu sendiri memulai dari hal kecil sedari berpindah panggung ke panggung lainnya. Crocodile Cafe seolah menjadi tempat berkumpul para kawanan grunge elit. Ternyata sebuah bar kecil mampu menjadi tempat sarang bagi sang revolusioner musik dunia.

Para Beatlemania tentu tak asing dengan sebuah tempat bar bernama The Cavern Club. Ya, sebuah bar yang terletak di area Liverpool ini merupakan tempat dimana band legendaris The Beatles, tampil rutin sebagai home band sebanyak 292 kali pentas. Di tempat hiburan malam itu, sang manajer Brian Epstein menyaksikan langsung performa Lennon Cs ketika unjuk gigi di depan para penonton yang hadir. Ternyata bakat The Beatles tercium oleh Epstein. Maka dari sini, dimulailah awal dari perjalanan panjang The Beatles menjadi band populer di dunia. Hal ini bermula dari panggung kecil di klub Cavern. Tak hanya Beatles semata, sejumlah band-band hebat seperti Queen, The Rolling Stones dan The Who pernah mengisi buku tamu di The Cavern Club.

Belum ada Komentar untuk "WADAH MUSIK DUNIA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel